Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman
Pengertian Pendekatan Historis
Historis adalah sebuah kata yang diambil dalam bahasa inggris yang memiliki arti yaitu sejarah, atau peristiwa. Adapun kata sejarah diambil dari bahasa arab yaitu dari kata 'syajarahtun' yang berarti pohon. Secara istilah sejarah dapat diartikan sbagai gambaran suatu peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian di masa lalu yang di tulis oleh manusia dengan analisis agar mudah dipahami.
Pendekatan historis dalam kajian islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang sejarahnya. Alasan mengapa pendekatan historis menjadi penting karena rata-rata disiplin keilmuan dalam Islam tidak terlepas dari berbagai peristiwa atau sejarah, baik yang berhubungan dengan waktu, lokasi dan format peristiwa yang terjadi.
Dalam pendekatan sejarah ( historis) peniliti dapat menggunakan minimal 2 teori yaitu Idealist Approach dan Reductionalitst Approach. Idealist Approach adalah seorang peneliti yang berusaha memahami dan menafsirkan fakta sejarah dengan mempercayai secara penuh fakta yang ada tanpa keraguan. Sedangkan Reductionalitst Approach adalah seorang peneliti yang berusaha memahami dan menafsirkan fakta sejarah dengan penuh keraguan. Kemudian ada 3 teori lain yang penting untuk dipahami oleh seorang peneliti ketika sedang melakukan pendekatan historis, yaitu ; Diakronik, Sinkronik, dan Sistem Nilai.
Diakronik : Diakronik adalah suatu metode atau cara mempelajari sejarah dengan melalui, melintasi, melampaui dan menjelajah waktu, sehingga bisa menguraikan peristiwa sejarah secara detail.
Sinkronik : Sinkronik memiliki arti meluas dalam ruang akan tetapi memiliki batasan dalam waktu, biasanya metode sinkronik selalu digunakan tehadap ilmu-ilmu sosial. Metode sinkronik lebih menekankan kepada struktur, yang artinya meluas dalam ruang.
Sistem Nilai : Sistem nilai adalah sistem nilai atau budaya sang tokoh dan budaya dimana dia hidup.
1. Studi Islam Masa Klasik
Periode klasik dimulai pada tahun 650 hingga 1250 M atau sejak islam lahir hingga kehancuran Baghdad. Pada periode ini, derajat kebudayaan dan peradaban Islam mengalami puncak kejayaan yang tinggi sebelum akhirnya Baghdad diduduki dan dihancurkan oleh hulagu pada 1258.
Studi Islam Pada Masa Rasulullah SAW dan Khulafa Al-Rasydun
Pada masa Rasulullah di Mekkah, studi islam lebih mengarah pada dasar- dasar aqidah untuk memperkuat keimanan dan keyakinan akan keesaan Allah di tengah praktek penyembahan berhala dan upaya merombak tradisitradisi kafir Quraisy. Materi pengajaran Rasulullah pada masa Mekkah ini adalah:
1). Pendidikan keagamaan, yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata, jangan mempersekutukan dengan nama berhala, karena Allah itu Maha Besar dan Maha Pemurah, sehingga seyogyanya berhala dimusnahkan.
2). Pendidikan aqliyah dan ilmiyah, yaitu mempelajari kejadian manusia dari segumpal darah dan kejadian alam semesta. Allah akan mengajarkan hal demikian itu kepada orang-orang yang meneliti dan mengkajinya sedangkan mereka tidak mengetahui sebelumnya. Untuk mengetahuinya hendaknya seorang banyak membaca dan mencatatnya dengan pena.
3). Pendidikan akhlaq dan budi pekerti, sesuai dengan ajaran yang terdapat dalam Al-Hadits.
4). Pendidikan jasmani dan kesehatan, yaitu memperhatikan kesehatan dan kekuatan jasmani, mementingkan kebersihan pakaian, tempat dan makan.
Adapun Metode pendidikan Islam masa Rasulullah di Madinah tidak mengalami perubahan, yaitu metode iqra, imlaq, hafalan, dan metode keteladanan, yang merupakan kunci pokok keberhasilan Rasulullah dalam mengemban amanat dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam
Studi islam berkembang setelah khalifah Umar bin Khatab menaklukkan beberapa wilayah yang disekitar Arab. Ia kemudian menyebarkan pendidikan Bahasa Arab selain pembelajaran Al-Quran. Untuk mempermudah pembelajaran Al-qur'an, guru pengajar berupaya ; memperkenalkan cara membaca Alquran yang baik yang kemudian dikenal sebagai ilmu tajwid, menentukan bacaan yang benar sesuai yang tertulis dalam mushhaf yang selanjutnya melahirkan ilmu Qiraat, memberikan tanda harakat untuk mempermudah bacaan, memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat al-Quran yang selanjutnya memunculkan ilmu Tafsir.
Studi Islam Pada Masa Dinasti Muawiyah.
Pada masa Dinasti Umayah, ilmu pengetahun berkembang dalam tiga bidang, yaitu : Bidang Diniyah, bidang Tarikh, dan bidang Filsafat. Pendidikan pada masa ini dilakukan di kuttâb yang berada di rumah-rumah guru.. Adapun Kota-kota yang menjadi pusat ilmu pengetahuan selama pemerintahan dinasti Umayah, antara lain kota Kairawan, Kordoba, Granada dan lain sebagainya Pada masa Umayah, ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam, yaitu :
1). Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru) yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu al-Quran, Hadist, Fiqh, al-Ulumul Lisaniyah, At-Tarikh dan al-Jughrafi), Al-Ulumul Dkhiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam), yang meliputi : ilmu thib, filsafat, ilmu pasti, dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan Romawi .
2). Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama) yaitu ilmu yang telah ada pasa zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat, seperti ilmu lughah, syair, khitabah dan amtsal.
Studi Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyah
Pada masa dinasti Abbasiyah, lembaga pendidikan Islam sudah mulai diklasifikasikan sesuai dengan jenjang usia peserta didik, di antaranya:
Kuttab. Kuttab ini merupakan kelanjutan lembaga pendidikan kuttâbsebelumnya, tapi terdapat perluasan materi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan masa itu.
Sekolah- sekolah Istana. Memilii pelajaran yang sama seperti kuttab, namun memiliki jenjang pendidikan yang berlanjut. Di masa Abbasiyah terutama masa Harun al-Rasyid, masjid dijadikan sebagai lembaga pendidikan berkembang dengan model dan materi pengajaran yung lebih variatif.
Masjid Khan. Masjid khan adalah masjid yang dilengkapi dengan asrama di sebelahnya yang diperuntukkan bagi para penuntut ilmu dari berbagai kota.
Kedai-Kedai Buku. Tingginya penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, mengilhami berdirinya kedaikedai buku, penyalin buku dan penyalur buku di kota-kota besar Islam seperti Baghdad, Cordova, Kairo, Damaskus.
Salon-Salon Sastra. Salon-salon sastra yang berkembang di sekitar para khalifah yang berwawasan ilmu pengetahuan menjadi tempat pertemuan untuk belajar dan bertukar pikiran tentang sastra dan ilmu pengetahuan.
Dengan materi pembelajaran di madrasah yang dipengaruhi oleh aliran keagamaan dan politik pemerintahan maka metode pembelajarannya cenderung bersifat doktrinal dan tertutup dengan ciri khas tidak memberikan ruang kepada murid untuk berfikir bebas dan rasional.
2. Studi Islam Masa Pertengahan
Kegiatan Ilmu yada masa dinasti Abbasiah dulunya berpusat di kotakota sebelumnya hancur, maka kegiatan ilmu berpindah ke kota-kota lain seperti Kairo, Iskandariyah, Usyuth, Faiyun, Damaskus,Hims, Halb yant terletak di negara Mesir dan Syam. Munculnya Muqaddimah Ibnu Khaldun sebagai kitab pertama dalam bidang ini.
Pembangun sekolah pertama adalah Sultan Nuruddin Zanky, berdirilah berbagai corak sekolah baik karena perbedaan Mazhab ataupun karena kekhususan Ilmu. Ada sekolah untuk ilmu tafsir dan Hadis, ada sekolah untuk Fiqh berbagai mazhab, ada sekolah untuk ilmu Thib dan filsafat, ada sekolah untuk ilmu riyad-hiya'at ( ilmu pasti, ilmu musik dan ilmu eksakta lainnya ). Dan melahirkan banyak ulama terkenal.
Kerajaan Mughal
Pada masa Akbar kemajuan lebih menonjol dalam bidang seni syair dan seni arsitektur. Penyair istana terkenal adalah Malik Muhammad jayazi, seorang satrawan Sufi yang menghasilakan karya besar bernama Padmavat. Ia merupakan karya Alegoris yang berisikan ajaran dan pesan kebajikan jiwa manuisa. Abul fadl merupakan sejarawan terkenal dengan karyanya Akhbar namah dan Aini Akhbari yang menerangkan sejarah Mughal berdasarkan figur Syah Jahan membangun Taj mahal untuk makam permaisuri yang sangat dicintainya. Aurangzeb putera Syah jahan memerintah ( 1670-1707 ), Ia memulai jihad melawan para pemimpin Hindu dan memperluas kerajaan Mogul hingga ke India Selatan. Ia memperkenalkan kembali ortodoksi Sunni ke Masyarakat dan membangun suatu system hukum yang menyatu berdasarkan fkih mazhab Hanafi ( sebuah kompilasi besar yang berisi ajaran-ajaran mazhab ini yang diberi nama Fatawa-i Alamgiri.
Kerajaan Syafawi
Pada periode Syah Abbas I merupakan puncak kejayaan Dinasti safawi. Sikap Syah Abbas I terhadap pengembangan keilmuan dan pendidikan dapat dilihat dari fisik material, Ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini khusus pada bidang pemikiran Teosofi dan filsafat, bukan ilmu pengetahuan dalam pengertian sains secara umum. Pemikiran teosofis dan filsuf tersebut lebih ditujukan sebagai penyatuan antara sufisme Ghnostik dengan beberapa kepercayaan Syii. Proses penyatuan tersebut berlangsung dalam rentang abad 16 dan 17 tersebut.
3. Studi Islam Masa Modern
Syamruddin menyebutkan, "Periode modern (1800 - sekarang) merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Umat Islam mulai sadar bahwa di Barat telah timbul peradaban baru yang lebih tinggi dan menjadi ancaman. Itu dimulai sejak jatuhnya Mesir ke tangan Barat. Pada periode modern umat Islam heran melihat kebudayaan dan kemajuan Barat.
Modernisasi pendidikan Islam adalah proses penyesuaian pendidikan Islam dengan kemajuan zaman. Menurut Ibn Taimiyah, secara umum pembaruan dalam Islam timbul karena membudayanya khurafat di kalangan kaum Muslimin,kejumudan atau ditutupnya pintu ijtihad dianggap telah membodohkan umat Islam, terpecahnya persatuan umat Islam sehingga sulit membangun dan maju, kontak antara Barat dengan Islam telah menyadarkan kaum Muslimin akan kemunduran.
Dalam pembaharuan Islam, khususnya pendidikan, terdapat beberapa pola yakni ;
1. golongan yang berorientasi pada pola pendidikan modern Barat
2. gerakan pembaruan pendidikan Islam yang berorientasi pada sumber Islam yang murni
3. pembaruan pendidikan yang berorientasi pada nasionalisme Al- Azhar
Sejarah Al-Azhar dan Pengaruhnya terhadap Studi Islam Abad Modern
Universitas al-Azhar yang paling terkenal di Dunia Islam, berada di Cairo Mesir. Universitas ini didirikan oleh Jenderal Jauhar, setelah pendirian kota Cairo tahun 358 H/ 969 M. Al azhar menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai peran penting dalam perkembangan pendidikan di Zaman modern. Sistem pendidikan yang diatur sebagai berikut.
(1) Untuk mata kuliah tertentu terdapat satu guru besar.
2) Mahasiswa mungkin mendapat ijazah untuk mata kuliah tertentu, sedangkan mata kuliah lain ditunda
3)Setiap mahasiswa yang merasa punya kemampuan untuk mata kuliah tertentu diberikan kesempatan untuk mengajarkannya dan bila ia dapat berfatwa dalam kaitan dengan ilmu yang bersangkutan, maka ia berhak memperoleh ijazah.
4)Setiap mahasiswa dibebaskan memilih mata kuliah yang diminatinya tanpa terkait dengan daftar kehadiran
Komentar
Posting Komentar