Studi Islam
Dirasah Islamiyyah atau studi keislaman (di Barat dikenal dengan istilah Islamic studies), secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Dengan perkataan lain, studi Islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang hal-hal yang berhubungan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sepanjang sejarahnya.
Studi Islam meliputi kajian agama Islam dan tentang aspek-aspek keislaman masyarakat dan budaya Muslim. Studi Islam memiliki cakupan makna, pembagian, dan juga bidang yang berbeda. Namun demikian, pusatnya terletak pada ajaran Islam yang diambil dari Al-Quran dan Hadis secara murni tanpa dipengaruhi sejarah, seperti ajaran tentang akidah, ibadah, dan akhlak.
Pada saat ini, ketika umat Islam mengalami tantangan kehidupan dunia dan budaya modern, studi keislaman menjadi sangat urgen. Urgensi Islam tersebut dapat diuraikan dan dipahami sebagai berikut.
- Alternatif dalam Mengatasi Problem yang Dihadapi Umat Islam. Umat Islam saat ini berada dalam kondisi problematis, yaitu berada dalam posisi terpinggirkan dan lemah dalam aspek kehidupan sosial budaya yang harus berhadapan dengan dunia modem yang maju dan canggih, melalui pendekatan yang bersifat objektif rasional, studi Islam mampu memberikan alternatif dari kondisi tersebut.
- Meluruskan Arah Menuju Masa Depan. Perkembangan filsafat Barat modern yang salah arah, yang berpegang pada hal-hal berikut: konsep yang keliru tentang alam dengan menganggapnya sebagai milik manusia, sehingga mereka berhak mengeksploitasinya sesuka mereka. Selain itu ada konsep yang tidak mengenal belas kasih tentang hubungan manusia yang didasarkan atas individualisme, tanpa kembali dan hanya meng hasilkan persaingan pasar Konsep yang menyebabkan rasa putus asa terhadap masa depan.
- Menggali Kembali Ajaran Islam yang Asli dan Murni serta Bersifat Manusiawi dan Universal. Studi Islam perlu menggali kembali ajaran Islam yang asli dan murni serta bersifat manusiawi dan universal, yang mempunyai daya untuk mewujudkan dirinya sebagai rahmatan lil alamin. Hal tersebut harus ditransformasikan kepada generasi penerusnya agar dengan peradaban dan budaya modern, mereka mampu berhadapan dan ber adaptasi terhadapnya.
Studi islam ialah sebuah pengetahuan yang dirumuskan dalam ajaran agama islam yang dipraktikkan dengan sejarah dan kehidupannya manusia, sedangkan pengetahuan agama adalah pengetahuan yang sepenuhnya diambil dari ajaran-ajaran Allah dan rasulnya secara murni tanpa dipengaruhi sejarah. Seperti ajaran tentang akidah, ibadah, membaca Al-Quran, dan akhlak.
Ada beberapa aspek tertentu dari Islam yang dapat menjadi obyek studi, yaitu :
- Islam sebagai doktrin dari tuhan yang kebenarannnya bagi pemeluknya sudah final, dalam arti absolut, dan diterima secara apa adanya.
- Sebagai gejala budaya yang berarti seluruh apa yang menjadi kreasi manusia dalam kaitannya dengan agama, termasuk pemahaman orang terhadap doktrin agamanya.
- Sebagai interaksi sosial yaitu realitas umat Islam.
Terdapat tiga wilayah keilmuan agama Islam yang dapat menjadi obyek studi Islam, yaitu wilayah praktek keyakinan dan pemahaman terhadap wahyu yang telah diinterpretasikan sedemikian rupa oleh para ulama, tokoh panutan masyarakat pada umumnya. Obyek kajian Islam adalah substansi ajaran-ajaran Islam, seperti kalam, fikih dan tasawuf.
Komentar
Posting Komentar