Sumber Praktik Dalam Kehidupan Islam

A. Praktik kehidupan Islami : Al-Quran sebagai sumber materiil

Al-Quran adalah rujukan utama dan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan apapun. Penyimpangan aqidah atau keyakinan di kalangan umat islam, tidak akan terjadi apabila ayat-ayat suci Al Quran dipahami dan ditafsirkan dengan benar. Al Quran merupakan sumber utama dalam pembentukan moral yang baik, dan sekaligus induk segala ilmu pengetahuan, Ia merupakan sumber pendidikan yang terlengkap, baik itu pendidikan sosial, moral, spritual, material serta alam semesta. Al-Qur'an merupakan sumber nilai yang absolut dan utuh. Ia merupakan sumber pendidikan yang terlengkap, baik itu pendidikan sosial, moral, spritual, material serta alam semesta. Al-Qur'an merupakan sumber nilai yang absolut dan utuh. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan Islam harus senantiasa mengacu pada sumber yang termuat dalam al-Qur'an. Dengan berpegang kepada nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur'an, terutama dalam pelaksanaan pendidikan Islam, akan mampu mengarahkan dan mengantarkan manusia bersifat dinamis-kreatif serta mampu mencapai esensi nilai-nilaiubudiyah pada Penciptanya.


B. Hadist sebagai sumber materiil dalam kehidupan Islami

Hadits adalah apa saja yang disandarkan kepada Nabi Saw, baik perkataan, perbuatan, maupun diamnya Nabi. Dalam hukum islam, hadits menjadi sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Penetapan hadits sebagai sumber kedua ditunjukkan oleh tiga hal, yaitu Al-Quran sendiri, kesepakatan (Ijma) sebgai orang yang harus menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan Allah karena itu apa yang disampaikan Nabi harus diikuti, bahkan perilaku nabi sebagai Rasul harus diteladani. Hadits berfungsi menjelaskan hukum-hukum dalam Al-Quran. Allah SWT menetapkan hukum dalam Al-Quran adalah untuk diamalkan, karena dalam pengalaman itulah terletak tujuan yang digariskan. Dengan adanya hadist kitas dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dan terarah dalam kehidupan kemudian Menetapkan suatu hukum dalam hadits yang secara jelas tidak terdapat dalam Al-Quran. Dengan demikian kelihatan bahwa Hadits menetapkan sendiri hukumyang tidak ditetapkan dalam Al-Quran. Fungsi hadits dalam bentuk ini disebut itsbat. Sebenarnya bila diperhatikan dengan teliti akan jelas bahwa apa yang ditetapkan hadits itu pada hakikatnya adalah penjelasan terhadap apa yang disinggung Al-Quran atau memperluas apa yang disebutkan Al-Quran secara terbatas.

C. Alam semesta sebagai sumber materiil dalam kehidupan Islam 

Alam semesta merupakan wahyu yang sumber asalnya adalah sama dengan pengetahuan itu sendiri. Dalam Islam, hubungan ke-takterpisahan (inseparable) antara manusia dan alam, serta antara ilmu-ilmu alam dan agama, dapat ditemukan dalam Quran itu sendiri. Al-Qur'an mendorong manusia untuk berpikir. Al-Qur'an bukan saja menunjukkan penyebab kesalahan berpikir, namun juga memerinci hal-hal yang patut dipikirkan, dan yang dapat digunakan sebagai sumber pengetahuan dan informasi, salah satunya adalah alam semesta. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, benda-benda alam seperti bumi, langit, bintang, matahari, bulan, mendung, hujan, gerakan angin, bahtera yang berlayar di lautan, tumbuhan, binatang, dan segala yang ada di sekitar manusia yang dapat ditangkap manusia lewat indera, disebut sebagai hal-hal yang layak dipikirkan dalam-dalam dan disimpulkan. Tujuan sains dalam Islam adalah untuk memperlihatkan kesatuan alam semesta, yaitu kesalingterhubungan seluruh bagian dan aspeknya. Tuhan. Konsepsi Islam tentang alam semesta merupakan konsepsi tauhid. Islam membawakan tauhid dalam bentuknya yang paling murni. Konsepsi tauhid merupakan kesadaran akan fakta bahwa alam semesta ada berkat suatu kehendak arif, dan bahwa sistem alam semesta ditegakkan di atas rahmat dan kemurahan had dan segala yang baik.

D. Aplikasi Ketiga Sumber Materiil dalam Kehidupan

Berdasarkan ketiga sumber diatas, sangat jelas bahwa ketiganya memiliki hubungan erat. Al-Quran adalah sumber rujukan utama dalam menyelesaikan permasalahan apapun. Kemudian hadits menjadi sumber kedua setelah Al-Qur'an yang berfungsi menjelaskan hukum-hukum dalam Al-Quran yang telah ditetapkan Allah. Sedangkan penciptaan alam semesta merupakan salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Dalam penerapannya di kehidupan kita bisa melihat contoh berikut. Sholat merupakan perintah wajib dari Allah yang ditulis dalam ayat Al-Qur'an, kemudian sholat diterapkan dengan didukung syarat-syarat, rukun-rukun, tata cara dan sebagaiannya yang dijelaskan melalui hadist rasul dan waktu pelaksanaan sholat berdasarkan melihat keadaan alam seperti ketika waktu subuh adalah ketika dari terbit fajar sampai terbit matahari. Semua merupakan bentuk dari kehendak Allah. Kehendak Allah selalu bekerja di alam semesta dengan bentuk hukum dan hukum Allah tidak berubah. 

Komentar